Kencanduan Menulis
Sunan Gunung Djati-Namanya Ibn Ghifarie, akrab dipanggil Buleud. Kreativitas ayah satu anak itu banyak duduk di depan komputer berinternet. Tulisannya bisa kita jumpai di Kompas Jabar, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Bandung Ekspres, dan Tribun jabar.
Sejak 2004, alumnus Muallimin Garut itu akrab dengan dunia online. Ternyata ia lebih dari ketagihan. “Ada rasa kepuasan, berbagi pengalaman, dan mempertahankan relasi,” demikian musabab pria kelahiran Garut pada 1983 itu tidak pernah berminat meninggalkan dunia blog. 
Popularity: unranked

Menuju Konvergensi
Sunan Gunung Djati-Abad 21 era pencitraan yang hampir segala sesuatunya bergantung pada iklan atau kemasan marketing.
Fenomena itu memengaruhi pengurus Pusat Informasi dan Kajian Islam Universitas Islam Negeri Bandung (PIKI (UIN Bandung) yang dinakhodai Darun Setiadi dan timnya. 
Popularity: unranked







Berlangganan komentar tulisan ini
9 Maret 2010 : Bukan lagi Dunia Maya
9 Maret 2010 : Ayo Ngeblog Mari Bersikap
8 Maret 2010 : Apakah Syarat-syarat Menjadi Blogger Handal?
8 Maret 2010 : Buruan Ngeblog Biar Keren!
6 Maret 2010 : Laporkan! Penyalahgunaan Profesi Wartawan


Sunan Gunung Djati-25 tahun usia Kartini saat ia menutup matanya untuk terakhir kali. Hanya empat hari setelah melahirkan ia bisa merasakan kebahagiaan menjadi seorang ibu. Atau mungkin Kartini belum sempat merasakan kebahagiaan itu diakhir hidupnya.
Sunan Gunung Djati-Allah menciptakan manusia pada hakekatnya untuk beribadah kepadaNya. Dan ibadah sendiri sebagaimana yang kita tahu, ada ibadah yang mahdoh (vertikal) dan ada pula yang ghair mahdoh (horizontal). Salah satu ibadah yang paling spesifik yang Allah perintahkan kepada kita adalah berdakwah.
Sunan Gunung Djati-Mulai awal Agustus ini, sejumlah anggota DPRD kabupaten/kota periode 2009-2014 secara bertahap dilantik. Perjalanan panjang mereka dalam mengarungi tahapan Pemilu 2009 tuntas sudah.
Sunan Gunung Djati-Hijriah merupakan catatan peradaban Islam. Dibanding hitungan tahun Masehi (2009), Hijriah relatif masih muda (1431).
Sunan Gunung Djati-Kita tentu mengetahui, bahwa kota Bandung merupakan kota film di Indonesia. Apalagi pada tahun 1926, di kota ini, dibuat film Indonesia pertama yang berjudul Lutung Kasarung yang disutradarai oleh G. Krugers dan L. Heuveldorp dengan dukungan Bupati Bandung saat itu R.A.A. Wiranatakusumah V.
Sunan Gunung Djati-Jasmerah: jangan sekali-kali melupakan sejarah. Begitu kata pendiri Republik Indonesia, Dr.Ir.Soekarno. Mengapa tidak boleh lupa? Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Sejarah dapat memberikan kearifan dan inspirasi dalam memecahkan persoalan-persoalan masa kini, khususnya yang berkaitan dengan semangat, untuk mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa dan pembangunan bangsa.