Teologi
Lailatul Qadar Malam Berkhidmat Pada Kemanusiaan
Sunan Gunung Djati-Kemanusiaan sekarang seperti kehilangan control atas kekuatan-kekuatan historis yang mempermainkannya tanpa ia mampu berbuat banyak untuk mengarahkan. Sejarah pun menjadi semacam gergaji besar yang menghantam kemanusiaan dari segala arah sehingga ia babak belur dibuatnya.
Timbulah kebingungan dimana-mana, kalau tak cukup intelegen untuk memilih lari ke suatu “relativisme saintifik”, akhirnya kelompok-kelompok manusia yang tak sabar [...]
Sekadar Berbagi tentang Puasa
Sunan Gunung Djati-Mungkin ini sekadar berbagi tentang apa yang saya pikirkan tentang hidup dan kehidupan. Dari renungan itu, saya semakin yakin bahwa seorang Muslim dan Muslimah atau manusia beriman itu pada dasarnya harus bisa hidup sekaligus menghargai keanekaragaman yang ada di sekitar kita.
Jadi, wawasan pluralisme tampaknya sangat penting kita pelajari sehingga bisa semakin bijaksana saat [...]
Tuduhan Barat terhadap Islam
Studi kritis mengenai istilah ‘ilmiah’ dalam wacana positivisme
Sunan Gunung Djati-Penolakan mentah-mentah kalangan ilmuwan barat atau pengekor ilmuwan barat adalah bahwa ilmu tentang jiwa atau ruh yang brsumber dari Islam adalah tidak ilmiah. Karena tidak memenuhi syarat positivistik seperti logis, empiris, dan sistematis.
Sorang teman penulis mngatakan baru akan menerima dan menggunakan Islam sebagai sudut pandang [...]
Bung Karno dan Teologi 17
Sunan Gunung Djati-Kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan pengorbanan air mata, darah, bahkan nyawa adalah titik awal pencerahan kehidupan bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945 menandakan bahwa bangsa Indonesia mulai menunjukkan eksistensinya di panggung dunia sebagai bangsa yang berdaulat dan memiliki harga diri.
Tak heran jika tanggal 17 Agustus adalah hari kebanggaan [...]
Ekstremisme Agama: Adakah dalam Islam?
Sunan Gunung Djati-Pagi itu fajar mulai berpijar. Merah kuning emas hiasi langit. Di seberang sana sebuah tentara pasukan berkuda dengan senjata lengkap berjejer rapi.
Pemandangan serupa tampak di seberang lainnya. Di antara dua pasukan yang siap tempur itu, seseorang berdiri di tengah-tengah. Ia memandang keduanya. Wajah bingung sangat tampak.
Sambut Ramadhan dengan Cita Rasa Lokal Religius
Sunan Gunung Djati-Pedang siap dihunuskan dalam hitungan detik. Siap melahap kepala dua tua yang mengaku beriman pada Muhammad. Suami istri itu Ammar dan Sumayah.
Bagi keduanya, Muhammad adalah benar utusan Allah Swt. Bagi mereka, adalah benar bahwa Muhammad adalah Rasul yang siap membawa risalah umat sekalian zaman. Adalah benar Muhammad mampu mengangkat derajat masyarakat Arab pada [...]
Syair dalam Sastra Sufistik
Oleh NAAN SUHERMAN
Sunan Gunung Djati-Hati yang kosong dari cahaya sama sekali bukan hati; Jika tidak ada ruh, maka tak ada bagian dari keseluruhan. Botol yang tidak mengandung cahaya kehidupan, Jangan menyebutnya lampu, ia hanyalah sebuah botol berisi air seni. (Jalauddin Rumi)
Sufisme adalah sebuah faham atau ajaran keagamaan yang berbasiskan ihsan. Ihsan sendiri adalah buah karya [...]
Lukman Al-Hakim; Orang Tua Bijak
Oleh NURWADJAH AHMAD EQ
Sunan Gunung Djati-Kekerasan yang dialami oleh Fery alias Tegar (5 bulan) yang menderita patah tulang tangan dan kaki akibat dianiaya ibunya (Indriyani alias Yani).
Menurut Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengatakan kekerasan pada anak terjadi karena himpitan ekonomi dan ketidakharmonisan pasangan suami istri. “Anak-anak kerap menjadi korban,” ungkapnya
Teleologi Tuhan
Oleh PEDI AHMAD HAMBALI
Siapakah yang berani mengatakan tuhan tidak ada?!
Sunan Gunung Djati-Tujuan Tuhan menciptakan alam ini tidaklah begitu saja, Karena dia ingin keberadaannya diakui. Tapi apakah memang demikian?!
Mungkin ini yang menjadi keterbatasan kita sebagai penafsir, karena kita tidak bisa mengetahui sesuatu yang ada didalam benak si Tuhan itu sendiri “an sich”.
Islam dalam Kesatuan dan Keragaman
Oleh ABDUL MUGHNI SHIDDIQ
Pendahuluan
Sunan Gunung Djati-Islam adalah selamat, Islam juga berarti penyerahan diri secara total kepada Tuhan.
Dan Islam juga adalah proses saling menyelamatkan antara satu dengan yang lain, dari kejahatan lidah dan tangannya. Secara substansial, Islam bukan hanya status sosial, melainkan nilai atau perbuatan seseorang.
11 September 2010 : Makna Spritual Mudik Lebaran
10 September 2010 : Direktur Urusan Mudik
10 September 2010 : Sertifikasi sebagai Barometer Profesionalitas, Benarkah?
9 September 2010 : Lailatul Qadar Malam Berkhidmat Pada Kemanusiaan
8 September 2010 : Nalar “Babalik Pikir”
7 September 2010 : Memahami Dasar Kekecewaan Rakyat
6 September 2010 : Asketisisme Dalam Politik Pemilukada Kab. Bandung
5 September 2010 : Dramaturgi Mudik Lebaran
5 September 2010 : Dramaturgi Mudik Lebaran
4 September 2010 : Terapi Maag dengan Puasa