Gender

Pemukulan Atas Nama Agama: Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga

Oleh Neng Hannah

Oleh NENG HANNAH
Sunan Gunung Djati-Memasuki bulan ketujuh kehamilan, Iyam segera pulang ke rumah orang tuannya di Rangkasbitung. Mungkin ia berencana melahirkan di sana. Tapi ada apa dengan wajahnya?.
Kenapa lebam dan berwarna biru? Disekujur tubuhnya pun hal serupa banyak ditemukan. Sambil menangis ia bercerita bahwa Maman suaminya lah yang memukulinya. Sejak di PHK dari pabrik, Maman [...]

Anakku Totto-Chan

Oleh Neng Hannah

Oleh NENG HANNAH
Sunan Gunung Djati-Hari minggu adalah hari yang menyenangkan karena banyak hal bisa saya lakukan. Mulai dari bermain dengan anak-anak di rumah, beres-beres, sampai kegiatan silaturahmi dengan beberapa sahabat. Malam harinya saya sempat membaca buku Totto-chan.
Buku itu belum selesai saya baca, baru tiga perempatnya saja, tapi buku itu sangat berkesan buat saya.

Inspirasi dari Fatima

Oleh Neng Hannah

Oleh NENG HANNAH
Sunan Gunung Djati-”Perempuan-perempuan Haremku” sebuah buku yang baru selesai kubaca. Buku ini ditulis oleh Fatima Mernissi seorang sosiolog feminis yang sering membakar semangatku untuk memperjuangkan kaum tertindas terutama perempuan.
Buku ini sangat enak dibaca. Mengalir begitu saja dan membuat siapapun ingin menyelesaikannya. Dalam buku ini Mernisi menceritakan tentang sosok para perempuan yang ada dalam [...]

Februari Merah Jambu Bagi Seorang Perempuan

Oleh Neng Hannah

Oleh NENG HANNAH
Sunan Gunung Djati-Februari sering disebut sebagai bulan merah jambu. Coba tengok sekeliling kita dari pusat perbelanjaan, toko buku sampai berbagai cendera mata bernuansa warna tersebut.
Nuansa merah jambu itu biasanya bergambar hati yang melambangkan cinta kasih.  Tak heran kalau gambar tersebut semakin mudah kita jumpai kalau memasuki bulan ini.

Tubuh Kartini

Oleh Neng Hannah

Oleh NENG HANNAH
Sunan Gunung Djati-Beberapa malam yang lalu tanpa sengaja saya menemukan CD lama filem Kartini yang diperankan oleh Yeni Rachman pada tahun 1982.
Setelah menonton CD tersebut yang membuat pertanyaan buat saya bukan perjuangan Kartini ataupun bagaimana budaya yang begitu feodal menindas rakyat kecil dan perempuan.

Seksualitas Perempuan dalam Perspektif Islam #Catatan 1

Oleh Neng Hannah

Oleh NENG HANNAH
Sunan Gunung Djati-Zainab sangat shock setelah melakukan hubungan seksual pertama kali dengan suami di malam pertama pernikahannya. Betapa tidak, selain darah yang keluar cukup banyak, juga rasa sakit yang teramat sangat ia rasakan.
Suami yang baru dikenalnya tiga bulan sebelum pernikahan  ini tetap memintanya melayani hubungan seksual tanpa mengetahui apa yang terjadi pada diri [...]

Sejenak Berjarak

Oleh Neng Hannah

Oleh NENG HANNAH
Sunan Gunung Djati-Memang betul apa yang dikatakan Ayu Arman, seseorang butuh waktu dan tempat untuk mengasingkan diri dari dunia untuk bisa menuliskan apa yang terlintas dalam pikiran.
Karena dunia ini begitu hiruk pikuk dan kadang kita tak bisa mendengar suara apa yang muncul dalam kepala ini. Hiruk pikuk dunia sudah meredam banyak hal.

Perubahan Sebuah Kemestian

Oleh Neng Hannah

Oleh NENG HANNAH
Sunan Gunung Djati-“100 orang aktivis adalah pemberontakan, satu orang terdidik merupakan awal dari perubahan”. Kata-kata Chiko Mendes ini terus terngiang-ngiang di kepala saya. Mengedor-gedor kesadaran untuk tidak selalu mementingkan kepentingan diri. Menjalari semangat untuk bertindak melakukan perubahan.
Chiko Mendes anak seorang penyadap getah karet di Brazil telah menorehkan tinta emas dalam sejarah dunia. Dia [...]

Spirit Keibuan ; Secercah Cahaya

Oleh Neng Hannah

Oleh NENG HANNAH
Ku lihat ibu pertiwi sedang bersusah hati
Air matanya berlinang, emas intan yang terkenang
Hutan gunung sawah lautan simpanan kekayaan
Kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa
Sunan Gunung Djati-Lagu ini sering saya nyanyikan semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Ada rasa haru setiap kali menyanyikannya. Namun tak pernah sekalipun saya memikirkan kenapa perasaan haru hadir, yang [...]

Untuk Ibu, Sebuah Catatan Mengenang Juang Kita

Oleh Reza Sukma Nugraha

Oleh REZA SUKMA NUGRAHA
Sunan Gunung Djati-Tiba-tiba saya ingat ibu. Ibu saya yang sedang berada di rumah nun jauh dari tempat saya menggali ilmu.
Biasanya, setelah magrib seperti ini, ibu sedang memegang al-Quran dan membacanya. Setelah itu, tentu banyak hal yang dilakukannya. Bercengkrama dengan ayah dan satu-satunya kakak saya.

Arsip

Kategori

Kontributor

Kunjungan

Facebook SGD