Sejarah
Tarikh Awal Lungsurna Wahyu Ilahy
Sunan Gunung Djati-Dina wanci peuting, pas wengian ka tujuh belas bulan Romadhon, meumeujeuhna manusa keur dipepende ku peuting nu simpe, tibra sare ngareureuhkeun kacape urut mangsa beurang tutas gawe.
Di hiji tempat diwewengkon Jazirah Arab di lengkob lebah gunung dihiji guha nu ngaranna guha Hiro’, aya saurang jalma nu keur menekung ka Hyang Agung mujabrata ka [...]
Rekonstruksi Sejarah: Sejarah yang Benar
Sunan Gunung Djati-Saya merasa aneh apabila masih ada yang memperdebatkan tentang sejarah yang benar pada masa sekarang ini. Sejarah bagi saya tidak lebih dari hasil “rekacipta” seorang sejarawan yang dalam penulisannya pasti dipengaruhi ideologi, politik, bahkan kepentingan finansial.
Karena itu, tidak salah jika HAMKA membuat lembaga sejarah dalam rangka memproduksi sejarah versinya (umat Islam) dalam rangka [...]
Rekonstruksi Sejarah
Sunan Gunung Djati-Sejarahwan Azyumardi Azra dalam sebuah tulisannya pernah menyatakan, sumber lokal tanpa disandingkan dengan catatan sejarah yang sezaman atau yang ditulis oleh orang luar (asing) tidak kuat dalam rekonstruksi sejarah.
Bahkan, penulisan sejarah Islam pun masih bersifat konvensional dan bernuansa politik tanpa memperkaya dengan tinjauan ilmu-ilmu sosial sehingga terkesan bahwa sejarah Islam itu terpenggal-penggal.
Islam Tinggal Sejarah
Oleh AHMAD SAHIDIN
Sunan Gunung Djati-Beberapa bulan ini saya sedang berupaya menulis buku; yang isinya berkaitan sejarah peradaban Islam (maklum karena saya pernah kuliah di jurusan tersebut).
Dari beberapa buku sejarah Islam yang saya baca untuk kebutuhan penulisan buku, saya beraggapan bahwa Islam kini tinggal sejarah. Islam yang dalam konteks ajaran murni telah berhenti periodenya saat wafat [...]
International Day of Families?
Oleh AYI YUNUS RUSYANA
Sunan Gunung Djati-Pernahkah kamu mendengar kalimat “Hari Keluarga Sedunia”? Mungkin di antara kita ada yang mengernyitkan dahi ketika membaca atau mendengar judul di atas.
Meskipun mudah sekali untuk diterjemahkan—Hari Keluarga Sedunia—tapi International Day of Families (selanjutnya disingkat IDoF).
Menjawab Misteri Kelangkaan Candi di Tatar Sunda
Oleh MOEFLICH HASBULLAH
Sunan Gunung Djati-Salah satu pertanyaan penting dalam Sejarah Jawa Barat selama ini adalah “Mengapa di Tatar Sunda sangat langka ditemukan candi-candi peninggalan kerajaan-kerajaan masa lampau seperti halnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur?”
Paling tidak ada dua jawaban untuk pertanyaan ini. Pertama, argumen sosiologis-agrikultural. Mata pencaharian utama penduduk Priangan adalah ngahuma (berladang) kemudian bersawah. [...]
Kisah Tragis Di Karbala
Imam Husain bin Ali tersenyum melihat darahnya mengalir. Husain dengan darah yang mengucur berdiri tegak siap bertarung. Kemudian, beberapa anak panah melesat menancap pada dada Imam Husain bin Ali. Tiba-tiba, blugh, rubuh tak berdaya. Pasukan Yazid pun cepat-cepat menggerubutinya. Ada yang menusuk-nusukkan tombak. Ada yang menginjak-injakkan kuda pada punggungnya. Bahkan, ada yang memenggal kepalanya hingga putus. Gugurlah cucu tersayang Nabi Muhammad saw yang selalu ditimang-timang itu.
Deviasi PascaRasulullah saw
Oleh ABAH AHSA
Sunan Gunung Djati-“Salah besar jika menganggap 1 Muharram sebagai tanda dimulainya tahun hijriyah. Sebab Nabi Muhammad saw yang ditemani Abu Bakar berhijrah ke Madinah pada 12 Rabiul Awwal,” kata Jalaluddin Rakhmat dalam sebuah diskusi.
Memang benar yang dikatakan Kang Jalal karena dalam sejarah peristiwa hijrah terjadi pada Rabiul Awwal tahun 13 Bi’tsah (13 tahun [...]
Sisi Dehumanis Peradaban Islam
Oleh SARI SAFITRI
Sunan Gunung Djati-Tulisan ini ditulis karena sebuah tanngapan dari seseorang yang meminta bukti tentang korban-korban dari peenguasa atau daulah Islam sejak pasca khulafa rasyidun hingga awal abad modern.
Yang biasanya kita dengar bahwa peradaban Islam itu gemilang dan wah atau menakjubkan. Namun, ternyata dibalik itu terdapat beberapa sisi dehumanis.
Regenerasi Pemuda Harapan Bangsa
Oleh REZA SUKMA NUGRAHA
Sunan Gunung Djati-Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dengan pluralitas suku, budaya, dan agama. Konon, selalu didengung-dengungkan bahwa ujung tombak perjuangan dan masa depan bangsa ini terletak pada pemuda sebagai harapan bangsa.
Bukan berniat melemahkan, namun keadaan nyata menunjukkan perilaku segelintir pemuda malah membawa rasa pesimistik di antara pemuda itu sendiri.
- Halaman 1 - 2
- 1
- 2
- Berikutnya>
7 September 2010 : Memahami Dasar Kekecewaan Rakyat
6 September 2010 : Asketisisme Dalam Politik Pemilukada Kab. Bandung
5 September 2010 : Dramaturgi Mudik Lebaran
5 September 2010 : Dramaturgi Mudik Lebaran
4 September 2010 : Terapi Maag dengan Puasa
3 September 2010 : Tarikh Awal Lungsurna Wahyu Ilahy
2 September 2010 : Sekadar Berbagi tentang Puasa
1 September 2010 : Tuduhan Barat terhadap Islam
31 Agustus 2010 : Tasawuf dan Hubungan Antaragama
30 Agustus 2010 : Ngabuburit Digital