Hijrahnya Kecoak
Oleh CECEP HASANUDDIN
Sunan Gunung Djati-Tiga puluh menit yang lalu adzan isya berkumandang. Sekarang pun, masih ada yang berkumandang, yaitu hujan yang terus berkeliaran.
Suasana semakin dingin, dan itu pertanda bahwa sebentar lagi, mahluk yang bernama kecoak akan segera berhambur dari persembunyiannya. Itulah kebiasannya. Bila hujan berteriak,maka para pasukan kecoak itu akan menyebar mencari tempat-tempat yang dikira hangat serta refresentatif.
Salah satu tempat yang menurut kecoak cocok adalah kamar saya. Bagi mereka, tempat saya adalah tempat terindah yang pernah ada dan tempat bermukim yang paling nyaman. Nyaman karena memang, dari segi fasilitas sangat memadai dan lengkap. Kamar saya menyediakan berbagai tempat berkelas. Diantaranya; rak buku, lemari baju, di bawah kasur busa, rak sepatu, sepatunya, kardus kecil, tempat beras, dan tempat-tempat real estate lainnya.
Selain tempat yang menjanjikan, pelayanan pun sangat ramah dan tidak sama sekali memperlihatkan wajah angkuh. Buktinya? Ya, bila sang kecoak datang sendirian atau pun berkelompok , maka saya menyambutnya dengan penuh suka cita dan penghayatan. Tak lupa, senyum ramah dan uluran lembut tangan saya kepada mereka. Yang pasti, Para tamu merasa dimuliakan. Walaupun pada akhirnya, para kecoak itu akan diusir secara kasar oleh rekan saya yang tidak senang dengan kehadiran mereka. Saya sunggguh tidak dapat membayangkan bagaimana sadisnya teman saya memperlakukan kecoak itu. Pokoknya sadisme lah! I love u kecoak.

|
|
SILAKAN DISKUSIKAN TULISAN LAINNYA:
Memperkosa; Kegiatan Mengasyikkan [1-Komentar]
Rukun Iman Ada Tujuh! [1-Komentar]
Berdemolah dengan Tulisan [0-Komentar]
Catatan Pertama Ramadhan [0-Komentar]
Sehelai Rambut dan Sandal yang Raib [0-Komentar]
3 September 2010 : Tarikh Awal Lungsurna Wahyu Ilahy
2 September 2010 : Sekadar Berbagi tentang Puasa
1 September 2010 : Tuduhan Barat terhadap Islam
31 Agustus 2010 : Tasawuf dan Hubungan Antaragama
30 Agustus 2010 : Ngabuburit Digital
27 Agustus 2010 : Dialog Aliran-aliran dalam Islam
26 Agustus 2010 : Kenakalan Anak Bukan Kriminalitas
25 Agustus 2010 : Gak Ingin Mati
24 Agustus 2010 : Menyiasati Pengangguran Bergelar
23 Agustus 2010 : Bung Karno dan Teologi 17

Salam dari bloger semarang, senang bisa berkunjung ke komunitas blogger sunan gunung djati, sekaligus berkomentar d blog ini, tulisan favorit saya minggu ini; Sejuta Rasa Kuliner Semawis