Hijrahnya Kecoak

Oleh Cecep Hasanuddin

Oleh CECEP HASANUDDIN

cecepSunan Gunung Djati-Tiga puluh menit yang lalu adzan isya berkumandang. Sekarang pun, masih ada yang berkumandang, yaitu hujan yang terus berkeliaran.

Suasana semakin dingin, dan itu pertanda bahwa sebentar lagi, mahluk yang bernama kecoak akan segera berhambur dari persembunyiannya. Itulah kebiasannya. Bila hujan berteriak,maka para pasukan kecoak itu akan menyebar mencari tempat-tempat yang dikira hangat serta refresentatif.

Salah satu tempat yang menurut kecoak cocok adalah kamar saya. Bagi mereka, tempat saya adalah tempat terindah yang pernah ada dan tempat bermukim yang paling nyaman. Nyaman karena memang, dari segi fasilitas sangat memadai dan lengkap. Kamar saya menyediakan berbagai tempat berkelas. Diantaranya; rak buku, lemari baju, di bawah kasur busa, rak sepatu, sepatunya, kardus kecil, tempat beras, dan tempat-tempat real estate lainnya.

Selain tempat yang menjanjikan, pelayanan pun sangat ramah dan tidak sama sekali memperlihatkan wajah angkuh. Buktinya? Ya, bila sang kecoak datang sendirian atau pun berkelompok , maka saya menyambutnya dengan penuh suka cita dan penghayatan. Tak lupa, senyum ramah dan uluran lembut tangan saya kepada mereka. Yang pasti, Para tamu merasa dimuliakan. Walaupun pada akhirnya, para kecoak itu akan diusir secara kasar oleh rekan saya yang tidak senang dengan kehadiran mereka. Saya sunggguh tidak dapat membayangkan bagaimana sadisnya teman saya memperlakukan kecoak itu. Pokoknya sadisme lah! I love u kecoak.

Tags: , ,

Hijrahnya Kecoak diterbitkan oleh Cecep Hasanuddin pada Jumat, Desember 18th, 2009 jam 00:01 dalam kategori: Curhat. Cecep Hasanuddin Biografi:. Email: mujaddid_immawan@yahoo.co.id Website: http://www.iramakata.blogspot.com/ Anda dapat mengikuti komentar-komentar untuk tulisan ini melalui link RSS 2.0. Anda dapat menulis tanggapan, atau trackback dari website Anda.

SILAKAN DISKUSIKAN TULISAN LAINNYA:
Memperkosa; Kegiatan Mengasyikkan [1-Komentar]
Rukun Iman Ada Tujuh! [1-Komentar]
Berdemolah dengan Tulisan [0-Komentar]
Catatan Pertama Ramadhan [0-Komentar]
Sehelai Rambut dan Sandal yang Raib [0-Komentar]

1 komentar untuk “Hijrahnya Kecoak” dari total 734 komentar
  1. Kang Supri mengatakan:

    Salam dari bloger semarang, senang bisa berkunjung ke komunitas blogger sunan gunung djati, sekaligus berkomentar d blog ini, tulisan favorit saya minggu ini; Sejuta Rasa Kuliner Semawis

Ayo beri komentar!

:alien: :angel: :angry: :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cwy: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :biggrin: :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :pouty: :sad: :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :smile: :tongue: :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: :wink: :wub:

Arsip

Kategori

Kontributor

Kunjungan

Facebook SGD