Daftar Isi
Total 994 tulisan:
Expand All
- September 2010 (13)
- 11: Makna Spritual Mudik Lebaran (0)
- 10: Direktur Urusan Mudik (0)
- 10: Sertifikasi sebagai Barometer Profesionalitas, Benarkah? (0)
- 09: Lailatul Qadar Malam Berkhidmat Pada Kemanusiaan (0)
- 08: Nalar “Babalik Pikir” (0)
- 07: Memahami Dasar Kekecewaan Rakyat (0)
- 06: Asketisisme Dalam Politik Pemilukada Kab. Bandung (0)
- 05: Dramaturgi Mudik Lebaran (0)
- 05: Dramaturgi Mudik Lebaran (0)
- 04: Terapi Maag dengan Puasa
- 03: Tarikh Awal Lungsurna Wahyu Ilahy (0)
- 02: Sekadar Berbagi tentang Puasa (0)
- 01: Tuduhan Barat terhadap Islam (0)
- Agustus 2010 (26)
- 31: Tasawuf dan Hubungan Antaragama (0)
- 30: Ngabuburit Digital (0)
- 27: Dialog Aliran-aliran dalam Islam (1)
- 26: Kenakalan Anak Bukan Kriminalitas (0)
- 25: Gak Ingin Mati (0)
- 24: Menyiasati Pengangguran Bergelar (0)
- 23: Bung Karno dan Teologi 17 (0)
- 22: Popularitas “Berkah” Via YouTube (0)
- 21: Gunung Hawu Inggis Tinggal Lebu (1)
- 20: Ekonomi Kreatif Di Dunia Maya (0)
- 19: Dinamika Kultural Fatwa (0)
- 18: Belajar dari Singapura (0)
- 17: Anomali Kemerdekaan RI (0)
- 17: Era Interaktivitas! (0)
- 16: Catatan Pertama Ramadhan (0)
- 14: Ba’asyir dan Patronasi Terorisme (0)
- 13: Pamplet Cinta dari WS Rendera (0)
- 12: Islam Sunda dan Sunda Islam (0)
- 11: Ekstremisme Agama: Adakah dalam Islam? (0)
- 10: Puasa, Ramadhan dan Kitab Mulia (0)
- 08: Psikologi dan Pengingkaran Makna (2)
- 07: Rekonstruksi Sejarah: Sejarah yang Benar (0)
- 06: Menonton Televisi yang Sehat (0)
- 05: Sambut Ramadhan dengan Cita Rasa Lokal Religius (1)
- 04: Jerat Filsafat (0)
- 03: Filatropi Islam untuk Pengembangan Masyarakat Islam (0)
- Juli 2010 (25)
- 31: Selayang Manglayang (0)
- 30: Sufisme dalam Puissi Acep Zamzam Noor (0)
- 29: Bandung (Bukan) Lautan Sampah (0)
- 28: Gillard dan Kejutan Politik Australia? (0)
- 27: Hari Anak dan “Kaulinan Baheula” (0)
- 26: Rekonstruksi Sejarah (0)
- 25: Beruntung Jadi Manusia Sunda (0)
- 24: Infotainment Itu Karya Jurnalistik Juga (0)
- 23: Teror terhadap Aktivis (0)
- 22: Undak Usuk Politik Sunda (0)
- 21: Inget Anak-anak, Inget Si Behaviorisme (0)
- 20: Santun Beragama (1)
- 19: Islam dan Sunda (0)
- 17: Membicarakan Ulang “Wahyu Memandu Ilmu” (2)
- 16: Yu, Kita ‘Rusak’ Bahasa Nasional! (6)
- 15: Meredam “Chaos” di Dunia Sepak Bola (0)
- 15: Membaca Sejarah dengan Perspektif “Mansuriah” (0)
- 14: Film 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta itu Solusi Pernikahan Beda Agama (3)
- 14: Korupsi dan Jiwa (0)
- 13: Citra di Era Cyber (0)
- 07: Islam Tinggal Sejarah (0)
- 06: KH Irfan Hielmy; Ulama Teladan (0)
- 06: Ideologi “Bala-bala” Pemilukada (0)
- 02: Mahasiswa, Laptop, dan Semangat Berkarya (0)
- 01: Perspektif Ilmu Sosial dalam Studi Hukum (1)
- Juni 2010 (42)
- 24: Pendidikan dan Ruang Kelas (0)
- 30: Mutiara Surga Anak Yatim (0)
- 30: Keponakanku Pandai Menghitung (0)
- 29: KH Irfan Hielmy; Ulama Teladan (0)
- 29: Syair dalam Sastra Sufistik (0)
- 28: Lukman Al-Hakim; Orang Tua Bijak (0)
- 28: Teleologi Tuhan (1)
- 25: Islam dalam Kesatuan dan Keragaman (0)
- 25: Studi Kritis Sirah Nabawiyah (1)
- 24: Sandekala Politik (Sunda) (0)
- 24: Dongéng Poé, Alam dan Perempuan (0)
- 23: KUIB I: Bentuk Satgas Pengawal Aqidah di Tiap Masjid (0)
- 23: Indonesia Bangkitlah! (0)
- 22: Guru: Duta Bahasa Sunda (0)
- 22: Kon(tro)versi Dana Aspirasi (0)
- 21: Nabi Muhammad saw dihina lagi (1)
- 21: Menulislah Sebelum Kiamat (0)
- 21: Nge-Blog untuk Memberantas Ke“GoBlog”an Berpikir (0)
- 19: Komunikasi Dakwah: Khotbah Jumat Efektif (0)
- 18: Sang Israel dan Perdamaian Dunia (0)
- 18: Kongres III Tokoh Agama; Bentuk Karakter Bangsa (0)
- 17: Miluruh Jalan Geusan Ngudag Katingtriman Bathin (0)
- 17: Renungan Herman Tribbiani (1)
- 16: Aku dalam Versi Keakuanku: Antara Malam dan Perpustakaan (2)
- 16: Muhammad; Sang Penggenggam Hujan (0)
- 15: Membicarakan Ulang “Wahyu Memamandu Ilmu” (0)
- 15: Merekonstruksi Bangunan Keislaman Masa Kini (0)
- 14: Komodifikasi Dokumentasi (1)
- 14: Ritual Menggiring Bola “Messidona”! (0)
- 11: Membumikan Kerukunan Sejati (0)
- 11: Miluruh Jalan Geusan Ngudag Katingtriman Bathin (0)
- 08: Komunikasi Populer Ki Sunda (0)
- 08: Kutahu yang Kau Mau (0)
- 07: “Tragedi Mayantara” (2)
- 07: Akhlakul Karimah, Buah Rukun Islam (0)
- 05: Dan Juga Sementara Itu (0)
- 04: Perilaku Teror Israel (0)
- 04: Improving My English VS World Cup 2010 (0)
- 03: Konflik Berkepanjangan Israel-Palestina (0)
- 03: Sensitivitas Kawih (0)
- 01: Komunitas Tengger dan Gunung Bromo (Catatan Perjalanan 1) (1)
- 01: Di Balik Kesulitan Itu Ada Kemudahan (0)
- Mei 2010 (15)
- 31: Di Mata Tuhan Tetap Sama (0)
- 31: Toleransi dari Vipassana Graha (0)
- 27: Waisak dan Kebahagiaan (0)
- 27: Sunda “di Tegal Pati” (0)
- 26: Spektrum Gus Dur di Tatar Sunda (1)
- 26: Pers dan Masalah Hukum (0)
- 25: Dimanakah Kepercayaan? (0)
- 25: Ngeblog Seumur Hidup (0)
- 24: Islam; Agama [Penggerak] Kebudayaan (0)
- 24: Kosmologi Tritangtu Sunda (0)
- 21: Komunikasi Dakwah: Komunikasi Persuasif (2)
- 21: Lalakon Urang Sunda (0)
- 21: International Day of Families? (0)
- 20: Tradisi Kepemimpinan Sunda (0)
- 20: Kenaikan Yesus dan Fiksi Sunda (0)
- April 2010 (29)
- 21: Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Relasi Suami-Istri dalam Perspektif Islam (1)
- 21: Wong Cilik Vs Markus (Mafia Kasus) (2)
- 20: Hoyong dipecut saratus kali, bari dipoe di Alun-alun, kalayan ditaranjangan (1)
- 20: MAKNA KATA CINTA SEBAGAI IDEOLOGI KRITIK SOSIAL: SEBUAH KRITIK SASTRA MARXIS TERHADAP PUISI ACEP ZAMZAM NOOR “KAU PUN TAHU” (1)
- 19: Sedekah Generasi 2.0 (0)
- 14: Cerita Catatan Dinding (0)
- 13: Dermaga Festival Drama Sunda (0)
- 12: Merayakan Maulid Nabi Saw dengan Seribu Dongdang (0)
- 12: Polisi dan Demokrasi kita (0)
- 10: Busung Mental (2)
- 10: PDIP dan Budaya Politik Paternalistik (1)
- 09: Pengakuan di Atas Nisan (0)
- 09: Zikir Sebagai Sarana Menggapai Peradaban (0)
- 08: Pesan Suci Paus Benediktus XVI (0)
- 08: Dipati Ukur sebagai Tolok Ukur (0)
- 07: Rukun Iman Ada Tujuh! (1)
- 07: Gununghaur, Tumis Belalang dan Musim Kunti (0)
- 06: Umat Islam dan Kesadaran Ekologi yang Minimalis (0)
- 06: Pemukulan Atas Nama Agama: Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga (0)
- 05: Berkah Terdalam Paskah (0)
- 05: Pandangan Hidup Orang Sunda: Islam-Sunda Atau Sunda-Islam? (0)
- 04: Puisi-puisi Pradewi Tri Chatami (1)
- 04: Novel Muhammad yang Tak Biasa (1)
- 03: Novel Biografi: Muhammad; Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro GK (1)
- 03: Anarkisme dan Terorisme, Betapa Silau Menatap Pecinta Tuhan (0)
- 02: Kematian Yesus dan Naskah Sunda (1)
- 02: Piraku Kudu jeung Sholatna? (1)
- 01: Kota Sastra dan Wali Kota (0)
- 01: Haji ka Kabuyutan Atuh!!: meh Jadi Haji di Pakuan Sorangan (I) (1)
- Maret 2010 (46)
- 31: Susno Duadji dan Kejujuran Polri (0)
- 31: Embun KKN 2010 (1)
- 30: Heureuy Teu Mutu Ala LPM (0)
- 29: Tergerusnya Kebudayaan Sunda (1)
- 26: Sajak Restu Ashari Putra (0)
- 26: Anak-anak yang Betah Main di Internet (0)
- 25: Hasrat Politik Sunda (0)
- 25: Bumi Manusia (2)
- 24: Dan Kematian Pun Salah Alamat (0)
- 24: Tafakur (0)
- 23: Kado Ulang Tahun Barack Obama (1)
- 19: Perokok Yang Protes Pada Tuhan (1)
- 19: Nyaliksik Diri (0)
- 19: Pelajaran dari Bikkhu (0)
- 18: Al-Hallaj, HHM, TKW (0)
- 18: “Fatihah” Bencana (0)
- 17: Pesan Nyepi (0)
- 17: Membagi; Bukan Menumpuk-numpuk! (0)
- 16: Nyepi dan Toleransi Sejati (0)
- 15: “Basa” Sunda Gaul (0)
- 13: Fiqh Jihad: Mengedepankan Dialog, Membumikan Semangat Perdamaian (0)
- 13: Renungan untuk Orang yang Berilmu dan Menyukai Ilmu (0)
- 12: Hikmah di balik Musibah pikeun Bahan Muhasabah (0)
- 12: Keluar dari Kemelut (0)
- 11: Arus Balik Usep Romli (0)
- 11: Saya Harus Berhenti Merokok! (1)
- 10: Kencanduan Menulis (0)
- 10: Menuju Konvergensi (0)
- 09: Bukan lagi Dunia Maya (0)
- 09: Ayo Ngeblog Mari Bersikap (1)
- 08: Apakah Syarat-syarat Menjadi Blogger Handal? (3)
- 08: Buruan Ngeblog Biar Keren! (0)
- 06: Laporkan! Penyalahgunaan Profesi Wartawan (2)
- 06: Mengeja ‘Rapot Merah’ Mahasiswa (0)
- 05: Mahasiswa Primitif Makassar, Sejarah Bentrokan dan Implikasinya (1)
- 05: Neuleuman Makna Maulid Nabi Muhammad SAW Tina Sajarah (1)
- 04: Potret Nabi dalam Puisi (0)
- 04: ”Quo Vadis” Keberadaan ”Basa” Sunda Kuna (0)
- 03: Mewaspadai Kejahatan Mayantara (0)
- 03: Confucious: Ajaran Nasionalisme ala Cina (0)
- 02: Anakku Totto-Chan (0)
- 02: Piraku Kudu jeung Sholatna? (0)
- 02: Belajar Mengakrabi Alam dari Kongfucius (0)
- 02: Piraku Kudu jeung Sholatna? (0)
- 01: Apa Sich Blogger itu? (0)
- 01: Teladan Kaum Hawa (0)
- Februari 2010 (47)
- 28: (0)
- 27: Mewaspadai Kejahatan “Mayantara” (0)
- 27: Cara Mudah Menulis Berita (0)
- 26: Hidup Ki Sunda Lintas Agama (0)
- 26: Semangat Yang Hancur (0)
- 25: Mengikuti Jejak Kenabian (0)
- 24: Refleksi Bahasa Sunda (0)
- 23: Inspirasi dari Fatima (0)
- 23: Sebait Pengalaman (1)
- 22: Bersedekah dengan Senyuman (0)
- 22: Sarjana Blog (0)
- 22: Piagam Madinah Sebagai Paradigma Gerakan Sosial (0)
- 20: Benar Saja, Facebook Matikan Penulis! (1)
- 20: Bahasa Jurnalistik Indonesia (1)
- 19: Fadhilah (Kautamaan) Taqwa (0)
- 19: Berdemolah dengan Tulisan (0)
- 18: Kaawakan (0)
- 17: Membaca Ayat-ayat Banjir (0)
- 17: Burung Pipit (0)
- 16: Februari Merah Jambu Bagi Seorang Perempuan (0)
- 16: Waspada dengan Plagiarisme (0)
- 16: Renungan Hati (0)
- 15: Imlek dan Keharmonisan “Babah-Abah” (0)
- 15: Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jilany dalam Historiografi Islam (0)
- 14: Imlek dan Solidaritas Antar Umat Beragama (0)
- 13: Sang Plagiator (0)
- 13: Perahu Yang Akan Segera Berangkat (1)
- 13: Salah dan Benar dalam Diri (0)
- 12: Melayani Bencana Alam dengan Iman (0)
- 12: Nu Dipilih Alloh swt Jadi Ahli Sawarga (0)
- 11: Syariah Ekologi, Solusi Kerusakan Alam (0)
- 11: Menyoal Ulah Hacker (1)
- 10: Ampuhnya Kanalisasi Media (0)
- 10: Ajian Batara Karang: Ageman Pakeun Jadi Khalifatullah Fil Ardhi !? (0)
- 09: Tubuh Kartini (0)
- 09: Refleksi 40 Hari Kematian Abdurrahman Wahid: Wisata Religius Ke Makam Gus Dur (1)
- 07: Kisah Seorang Pastur Masuk Islam (5)
- 06: KISS: Keep It Simple Stupid! (0)
- 06: Sensitive: Saya dan Penguasa (1)
- 05: Cheng Ho, Pejuang Risalah Islam yang Terkubur (0)
- 05: Nyaliksik Diri (0)
- 04: Akar Filsafat Sunda (0)
- 03: Menulislah (1)
- 02: Merindukan Kota Ramah (0)
- 02: Ngeblog Itu…Kompasiana; Lebih Beretika Dong! (0)
- 01: Ngeblog Itu…. Kompasiana! (1)
- 01: Ber-KKN, Berkarya! (0)
- Januari 2010 (31)
- 30: Transliterasi Arab-Indonesia, Bikin Pusing Aja! (1)
- 30: Tersesat ke Tabloid Galura, Tengadah Menatap “Jaladra Asmara” (2)
- 29: Menyulap Negara dalam Seratus Hari (1)
- 29: Kutamaan Dinten Jum’at (2)
- 28: Mempertanyakan kembali Idealisme Para Penulis (Muda) (1)
- 27: Masyarakat “Cyber” (0)
- 27: Mutiara dan Orang Gila (0)
- 26: Seksualitas Perempuan dalam Perspektif Islam #Catatan 1 (0)
- 23: Imbau dan Andal, Bukan Himbau dan Handal! (1)
- 22: Menggagas Media Literasi Masyarakat Maju (0)
- 22: Revolusi Lentur Suluk Ki Sunda (0)
- 21: Suluk Haji Hasan Mustapa (0)
- 21: Budaya Sunda Adalah Kesusastraan & Pergelaran? (0)
- 20: Sajak BAMBANG Q ANEES (2)
- 20: Dari Dogma ke Praksis Sosial (0)
- 19: Sejenak Berjarak (0)
- 19: Bangsaku, Bangsa Penghibur? (0)
- 18: Kenyataan Berkesinambungan (0)
- 17: Dakwah Versus Internet (2)
- 17: Kesinambungan Hidup Ki Sunda (2)
- 15: Gus Dur Diantara Pluralisme dan Pluralitas (1)
- 08: 2010 dan Agama Membebaskan (0)
- 07: Serat-Serat Kanjeung Nabi (0)
- 06: Berani Tampil Beda (4)
- 05: Menggagas Diskursus Kebebasan Beragama (0)
- 04: Kyai dan Kesadaran Kritis (0)
- 03: Drama Musema, Berawal dari POK (0)
- 02: Kisruh Musema (0)
- 01: Selamat Jalan Guru Kebebasan Beragama (0)
- 01: Pendidikan, Jantung Peradaban (0)
- 01: Surat (Protes) Akhir Tahun (0)
- Desember 2009 (39)
- 31: Ti Haji Jadi Pangaji (Surahna Haji Hasan Mustapa) (0)
- 31: Catatan Akhir Tahun 2009: Mengeja Rapot Merah Kebebasan Beragama Indonesia (0)
- 30: Bila Alam Berunjuk Rasa (1)
- 30: Buntut Panjang dari Sebuah Nilai (0)
- 29: Perubahan Sebuah Kemestian (1)
- 29: Perhelatan di Tanah Kelahiran (1) (1)
- 28: Natal dan Kebangkitan Ki Sunda (0)
- 28: Menjawab Misteri Kelangkaan Candi di Tatar Sunda (0)
- 27: Belajar Toleransi (0)
- 27: Kisah Tragis Di Karbala (1)
- 26: Mengenal Akal dan Ruh Manusia (0)
- 26: Belantara Kebenaran (1)
- 25: Melaporlah Pada Tuhanmu dan Diarymu (0)
- 25: Nasib Pendidikan Umat (0)
- 24: Ngumawula ka Pangeran (0)
- 24: Deviasi PascaRasulullah saw (0)
- 23: Maafkanlah Karena… (0)
- 23: Sisi Dehumanis Peradaban Islam (0)
- 22: Spirit Keibuan ; Secercah Cahaya (1)
- 22: Untuk Ibu, Sebuah Catatan Mengenang Juang Kita (1)
- 21: Pendidikan Anti Korupsi Semenjak Usia Anak-anak (0)
- 21: Active Listening, Kunci Sukses berkomunikasi (0)
- 20: Momentum Perbaikan (0)
- 20: Menodai Semangat Hijriah (0)
- 19: Sumatra, Bukan Sumatera! (1)
- 19: Muhasabah dan Kecerdasan Spiritual Remaja (0)
- 18: Satu Langkah Mengawali Hijrah (0)
- 18: Hijrahnya Kecoak (1)
- 17: Ngalap Berkah Tina Hijrah (0)
- 17: Postmodernisme dan Keserbamungkinan Kebenaran (1)
- 10: Palebah Sains, Umat Islam Kaboler (0)
- 09: Bila Rasulullah Datang Ke Mesjidmu (1) (1)
- 08: Menyoal Kodrat Perempuan (0)
- 08: Kearifan Pada Alam (0)
- 04: Kearifan Sumber Sejarah Lokal Sunda (0)
- 04: Life Is Causality (0)
- 03: Seks After Dugem; Filsafat Praktis untuk Menulis (0)
- 03: Tragedi Pendidikan Nasional Jilid Ke Sekian (0)
- 03: Pejuang Demokrasi Itu Telah Pergi (0)
- November 2009 (74)
- 30: Being a Muslim in Secular State (0)
- 30: Rayagung: Bulan Naik Haji (0)
- 29: The Magic of Motivation (0)
- 29: Enjang As: Jubir Penyiaran Islam (0)
- 28: Writing Skill: Kiat Menjadi Penulis (0)
- 28: Hantam Saja! Jangan Pikirkan! (0)
- 27: Qurban bersama Korban (2)
- 27: Autentisitas Kebahagiaan Berkurban (0)
- 26: “Quo Vadis” Muhammadiyah (0)
- 26: Kejujuran Kunci Sukses Berbisnis (1)
- 26: Ngumawula ka Pangeran (0)
- 26: Inilah 4 Alasan Mengapa Naskah Anda Ditolak Penerbit (0)
- 25: Gheisa, Selir dan Jawari; Tiga Cerita Satu Derita (0)
- 25: Bola Pragmatis dan Bola Spekulatif (0)
- 25: Beberapa Patokan dalam Menulis (0)
- 24: Haji untuk Kemanusiaan (0)
- 24: Menggagas Pesantren Wirausaha (0)
- 24: My Secret.. (0)
- 23: Menyongsong Blog Seleb Indonesia (0)
- 23: Faktor yang Mempengaruhi Kelulusan (1)
- 22: Tuhan Tidak Keluar dari Percetakan (0)
- 22: Ketika Saya Memutuskan Meninggalkan Mesjid (1)
- 22: Sepak Bola Juga Agama (0)
- 21: Hati-Hati Menuliskan Wallahu A’lam (0)
- 21: Terorisme, Ketidakadilan dan Pendidikan Perdamaian (0)
- 20: Kilas Balik dari Masjid Sunan Gunung Djati (0)
- 20: Membongkar ”Al-Quran Suci” (0)
- 19: Kuasa Kebenaran dalam Wacana Cicak Vs Buaya (0)
- 19: KPK dan Semangat Antikorupsi (0)
- 19: Palias Urang Jadi Sato (0)
- 19: Propaganda Amerika Serikat di Film 2012 (0)
- 18: Menimbang Nalar Sangkuriang (0)
- 18: Kemana Idealnya Arah Pendidikan Islam? (0)
- 17: Harapan Menyembelih ‘Ismail’ (0)
- 17: Memberdayakan PKL (0)
- 16: Budi Putra, Bangga Berprofesi “Blogger” (1)
- 16: Belajar Menjawab Cinta dari Ibrahim (0)
- 15: Moeflich Hasbullah: Sejak Mahasiswa Menulis (0)
- 15: Manusia versus Iblis (0)
- 14: Pemborosan Kata, Adalah Merupakan (0)
- 14: Jalan Cinta Sepasang Manusia (1)
- 13: Silaturahim Produktif Khas PIKI (0)
- 13: Otokritik “Wahyu Memandu Ilmu” (0)
- 13: Naik Haji Berkali-Kali (0)
- 13: Makam Sunan Gunung Djati: Suci Berhala Religi (8)
- 12: PIKI Rangkul Komunitas Blogger (0)
- 12: Nagara Balangsak, Balukar Salah Urus (0)
- 12: Strategi Dakwah Islam Masa Kini (0)
- 11: Proporsionalisasi Politik Kampus Mahasiswa (0)
- 11: Bola Filsafat (0)
- 11: Refleksi Hari Pahlawan dan Kisruh DPRD Kabupaten Bandung (0)
- 10: “Ada Uang Abang Sayang, Gak Ada Uang Abang Saya Tendang” (0)
- 10: Regenerasi Pemuda Harapan Bangsa (1)
- 09: Berdamai dengan Blog (0)
- 09: Menimbang Kepahlawanan K.H. Ahmad Sanoesi (0)
- 08: M Solihin Gubes Tasawuf Pertama di UIN SGD Bandung (1)
- 08: Energi, Potensi, dan Keunggulan Metode Bermain (0)
- 08: Fahd Djibran: Sang Lokomotif Industri Kreatif Berbasis Penerbitan (0)
- 08: Kado dari langit: Tangisan Langit (1)
- 07: Jangan Nulis ‘dan’ di Awal Kalimat (0)
- 07: Kemiskinan Kudus (0)
- 07: Catatan Pesta Blogger 2009 (0)
- 06: Ibnu Taymiah Pengikut Syeikh Abdul Qodir Jailani (0)
- 06: Ayat-ayat Antikekerasan: Sulitnya Hidup Bersama (2)
- 05: Koruptor Montong Disolatkeun (0)
- 05: Memupuk Harapan Positif (0)
- 04: Bila Rasulullah….(2); Pilihlah Saudaramu (1)
- 04: Belajar Semangat Menulis Dari Puri (0)
- 03: Chiko Mendes: Harus Ada Perubahan!!! (0)
- 03: Internet, pluralisme dan toleransi (0)
- 02: Selamat Datang, Public Bloggers….!!! (0)
- 02: Bank Syari’ah, Dakwah Melalui Pendekatan Ekonomi (0)
- 01: Stop Kekerasan Atas Nama Agama (0)
- 01: Perdamaian: OASIS Sebuah Keharusan (0)
- Oktober 2009 (50)
- 31: Memerhatikan, Bukan Memperhatikan! (1)
- 31: Akademisi Memang Sulit Menulis ! (0)
- 30: 5 Kategori Manusia (0)
- 30: Formulasi I’lam dalam Konteks Tabligh (0)
- 29: Pesona Orientalisme Sunda (0)
- 29: Shalat yang Bermanfaat (0)
- 28: Bila Muhammad Mampir Ke Rumahmu…? (1) (2)
- 28: Bank Syari’ah Tanamkan Kepercayaan tanpa Agunan (0)
- 27: Resah yang Mengusik Kesadaran (0)
- 27: Memaknai Kebebasan Manusia (0)
- 27: Tafsir dan Pengalaman Keagamaan Efektif Mengkriminalkan Rakyat Kecil (0)
- 26: Dunia Blogger, Jujur dan Ikhlas Berbagi (0)
- 26: Sakola Agama
- 24: Web Kompasiana Makin Seksi (0)
- 23: Bismillah dan Air Putih (1)
- 23: Tersesat! (0)
- 23: Imam Al-Ghazali (1)
- 22: Komunikasi Sunda “Heurin Ku Letah” (0)
- 22: Filsafat dan Mitos-mitos Air dalam Diskursus Bencana :Tinjauan Khusus Budaya Sunda (0)
- 22: Celada Dalam Hasilkan Rupia! (0)
- 21: Kekhawatiran Rasulullah (0)
- 21: Amanah (0)
- 21: [Lomba Resensi] Soliloquy: Kesederhanaan yang Mewah (1)
- 20: Pesan Sosial Ibadah Haji (0)
- 17: Komunikasi Islam: Makna dan Prinsip(1) (0)
- 16: Derita Ekonomi Pertanian Kita (0)
- 16: Ibnu Thufail, Novelis Muslim dari Spanyol (0)
- 15: Sekilas Pemikiran Raymond Williams atas Kebudayaan (0)
- 15: Pesantren Menggugat Terrorist: Response Kyai, Santri, dan Eksponen Jihadist (0)
- 14: Pesan Moral Nobel Perdamaian (0)
- 14: Mengapa Muhammadiyah Lahir? (Tinjauan Buku “Api Sejarah”) (0)
- 13: Manusia Sunda di Persimpangan Jalan (0)
- 13: Bank Syari’ah Pupus Praktik Renten (0)
- 13: Tafsir Atas Tafsir Bencana (0)
- 12: Cicero; dari Oratoria hingga Panggung Politik. (0)
- 10: Nalar Sangkuriang dan Sunda “Ngarangrangan” (0)
- 10: Teologi Sejarah (Abstraks Skripsi: Konsep Sejarah Menurut Ali Syariati) (0)
- 10: Pemukulan Atas Nama Agama: Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan (0)
- 10: Metro TV vs TV One, Siapa yang Menang? (0)
- 09: Sejengkal Ilusi Buta (3)
- 09: Menilik Sukses Entrepreneurship Muhammad SAW. (0)
- 09: M a h i w a l (0)
- 06: Apa dan Bagaimana Menulis Esai (1)
- 06: Kepala Salsabila (2- tamat) (0)
- 06: Batik, Oh… Mushaf Quran Desain Batik (0)
- 03: Al-Hallaj, HHM, TKW (0)
- 03: Visi, Misi, dan Manajemen Perkuliahan Jurusan Jurnalistik (1)
- 02: Komunikasi Para Pemudik (0)
- 02: SOLD: Kenapa Aku Dijual? (True Story Trafficking) (0)
- 01: Kepala Salsabila (1) (0)
- September 2009 (59)
- 25: Sambutlah kebebasan Setan dari Neraka (0)
- 25: Hidup Setelah Ramadan (1)
- 25: Ide Kecil, Langkah Besar (0)
- 24: Pesan Kenabian (0)
- 24: Abdoel Moeis dan Pers PRIBUMI (2)
- 24: Terorisme dan Pendidikan Multikultural (0)
- 24: Terorisme dan Pendidikan Multikultural (0)
- 22: Kesetaraan Gender dalam Pemikiran Tasawuf Ibnu ‘Arabi (0)
- 21: Ibn Ghifarie Jadi Ayah! (3)
- 21: Kembali Ke Akar (0)
- 20: Mudik dan Kesadaran Balik Manusia (0)
- 20: Mudik dan Transformasi Ekonomi Perdesaan (0)
- 20: “Unggah Adat” (0)
- 19: Mudik, Ritus “Riung Mungpulung” (0)
- 18: Siaplah Menerbitkan Buku (0)
- 18: Merespon Perilaku Anak Autistik (0)
- 17: Kenalilah Siapa Pembacamu (2)
- 17: Puasa dan Pesan Antiteror (2)
- 17: Revolusi Pendidikan (0)
- 17: Lomba Resensi Buku “Api Sejarah: Peran Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia” (5)
- 16: Mengurai Gender Dan Pembangunan (GAD/Gender And Development) (1)
- 16: Arok Dedes; Rebutan Kuasa Kaum Agamawan (2)
- 16: Eksotis Hujan (1)
- 15: Noordin K. Hot (0)
- 14: Tiga Puisi Untukmu, Satu Puisi Untuk Kita (5)
- 13: Nineung (1)
- 12: Let Us Open to Criticm (0)
- 12: Gola Gong: Menulis, Novel (dan) Jurnalistik (4)
- 10: Bukalah Hijab Komunikasimu (2)
- 10: Nyawang Sunda, Mesek Buku Oto Iskandar di Nata (1)
- 09: Buku Keroyokan Blogger SGD (8)
- 09: Korupsi Harus Diberantas (0)
- 09: Aep Kusnawan: Dari Pojok Mesjid ke Komunitas Intelektual (3)
- 09: Membijaki Bangsa Nir-Identitas (0)
- 08: Menggapai Surga di Bulan Ramadan (0)
- 08: Membongkar Kodrat Perempuan (0)
- 08: Paksalah Menulis Buku (4)
- 08: Seperti Dendang Ujang (0)
- 07: Jangan Abaikan Kekuatan “Social Media”! (1)
- 07: Ayat-ayat Kauniyah (0)
- 07: Sosialita Layar (0)
- 07: Merantai Masyarakat Damai (0)
- 06: Batas-Batas Puasa (1)
- 06: Balada Bulan Puasa (1)
- 06: Di Sepertiga Kematian (0)
- 06: Membaca peranan Media Massa dalam Pemilu 2009 (0)
- 05: Acep, Puisi dan Khitah Santri (1)
- 04: Mari kembali ke Ajaran Islam (1)
- 04: Puasa dan Perdamaian Sejati (4)
- 04: Membaca Saat Ramadan (2)
- 03: Pangeran Kornel, Literasi Politik Sunda (0)
- 03: Mobil atau Kendaraan? (2)
- 03: Rahmat di Tengah Perbedaan (5)
- 02: Mari Bersikap “Opsimis”! (4)
- 02: Kebersamaan Dalam Keragaman (0)
- 02: Terorisme Anak Muda (2)
- 02: Puasa (Baheula) di Pilemburan (0)
- 01: Ngabuburit Sambil “Ngeblog” (5)
- 01: Meramadankan Televisi (2)
- Agustus 2009 (79)
- 31: Every Citizen is Reporter (3)
- 31: Kekuatan Bahasa Agama dan Bait-bait Rumi: Surat Buat Sukron Abdilah (2)
- 30: Dai (Tukang) Kuli Bangunan (3)
- 30: Kampung Belajar: Merajut Peradaban (1)
- 30: Menulis adalah Ibadah (2)
- 29: Partikel “Pun”, Tulis Terpisah! (1)
- 29: Pertanyaan Kedelapanbelas: Maaf (0)
- 28: Epik Suci Cucu Sang Nabi (5)
- 28: Sang Resi dan Lentera Suro (3)
- 28: Tikus pun Saya Muliakan (7)
- 28: Orang Gila (15)
- 27: Puasanya Manusia Beradab (4)
- 27: Puasa (Baheula) di Pilemburan (1)
- 27: Mengawasi Dakwah (2)
- 26: [Siap Belajar, Siap Hidup #2] Belajar adalah Memahat Diri (2)
- 26: Pelaku Bom dan Pendidikan Perdamaian (0)
- 26: Fahd Djibran; Ngeblog itu Menuntaskan Hasrat Narsismemu (5)
- 25: Catatan Ramadhan (2): Nasehat dari Sebuah Desa (1)
- 25: Kartini dan Kesehatan Reproduksi (2)
- 25: Ramadan Sebagai Kritik Sosial (2)
- 25: Dilema Muballigh Populer (4)
- 24: Senjakala Blog? (2)
- 24: Sunan Gunung Djati Edisi Print (11)
- 24: Keclakna Cai Jalan Ka Sawarga… (1)
- 22: Penulisan Kata “antar” dan “di antara” (6)
- 22: Syair Antiteror buat Ibn Ghifarie (5)
- 21: Pesta Blogger XL Blog Award (0)
- 21: Piagam Madinah (10)
- 21: Mengingat Kembali Fungsi Papajar (7)
- 21: “Munggahan” dan Religiusitas Televisi (3)
- 20: Anomali Kemerdekaan RI (0)
- 20: Ayat-ayat Antiteror (4)
- 20: Kepada Redaksi; Kategori “Internet Literacy” Mana? (7)
- 19: [Kamulah Filsufnya #2] Tanyakan “Apa Sebabnya?” (8)
- 19: Menimbang Dua Buku Shalat (1)
- 19: Oleh-oleh Mahasiswa Baru ; Positif vis a vis Negatif (3)
- 18: Kemerdekaan dan Ketidakmandiriaan Dalam Beragama (6)
- 18: WC Penyelamat (3)
- 18: Mewujudkan Hidup Penuh Makna (1)
- 17: Teror Sang Pedagang (6)
- 17: Bila RasuIullah Bertamu Ke Rumahmu (0)
- 17: Jangan Malu Untuk Memulai! (4)
- 17: Pertanyaan Ketujuh Belas: Pulang (0)
- 17: Mbah Surip, Rendra dan Aku (2)
- 17: Pram Seorang Pembela Islam; Menelusuri Jejak Kebangkitan Nasional dalam Karyanya (3)
- 16: Penerbit Juxtapose Mengirim Buku…Thank You Yach! (4)
- 16: Pertemuan SGD Blogger Bahas Tim Susur Facebook (6)
- 15: Ibu, Kulihat Gemintang di Langit Bertebaran (0)
- 15: Doktor; Kok Disangka dokter (0)
- 15: ‘Abah-Ambu’ (2)
- 13: Surat untuk Tuhan (1)
- 13: Politisi Sunda “Pakia-kia” (5)
- 13: Kontrak Politik (0)
- 13: Televisi Menebar Teror (0)
- 12: Mimpi Langit: Safari Ruhani (0)
- 12: Air Mata Politik dan Politik Air Mata (0)
- 11: Berjamaah dengan Bijak; Surat Balasan for Badru (3)
- 11: Hari Kebangkitan Nasional Harusnya Tanggal 16 Oktober (1)
- 11: Menebar Teror di Indonesia (1)
- 10: Lontong Kari (0)
- 10: Islam Konservatif dan Islam Liberal? (0)
- 10: Teror dan Rasa Takut: Surat buat Sukron Abdilah (4)
- 09: Amankah Indonesia dari Teror? (6)
- 09: Komentar2 untuk buku “Api Sejarah: Mahakarya Ulama dan Umat Islam dalam Menegakkan NKRI” (0)
- 09: “Hariring” Politik Sunda (0)
- 07: Dreams from My Father; Pergulatan Hidup Obama (2)
- 07: Dialog Agama dan Persoalan Kiwari (0)
- 07: Berharaplah Sebelum Dilarang (2)
- 06: Imam Mahdi, Keniscayaan Sejarah (1)
- 06: Tiga Manusia Sunda Pengembara (1)
- 06: Bimbel Spesial Liburan (0)
- 06: Acting Sepanjang Masa (4)
- 05: Kisah Di Balik Semangkuk Mie Instan (1)
- 04: Mimpi-1 (0)
- 04: Assalamualaikum….. Yuk Ngeblog Keroyokan! (1)
- 01: Jihad Bukan Qital! (8)
- 01: Murahnya Nyawa WNI (1)
- 01: Definisi dan Akar Terorisme (0)
- 01: Membela Cinta, Melawan Terorisme (0)
- Juli 2009 (73)
- 31: Surat Rindu untuk Seorang Guru (Prof. Dr. Afif Muhammad, MA) (0)
- 31: Main Petak Umpet dengan Tuhan (6)
- 31: Mendidik Anak dengan Basis Ilahiyah (1)
- 31: Mengaji Tradisi di Kampung (2)
- 31: Terorisme dan Dialog Antaragama (2)
- 30: Si Kabayan, Manusia Setengah Dewa (7)
- 30: Tentang: Study Komparatif Jurusan Ahwal Syakhsiyah UIN SGD Bandung (3)
- 30: Indigostar: Sang Insan Kamil versi Indonesia (0)
- 29: [Siap Belajar, Siap Hidup #1] Kenapa Kita Begitu Payah? (3)
- 29: Revitalisasi Ormas Islam (0)
- 29: Loyalitas Politik Kaum Santri (3)
- 28: Obrolan Bersama Nawal el-Saadawi (0)
- 28: Universalitas Ibadah (0)
- 28: Isra Miraj dan “Panceg dina Galur” (0)
- 27: Metropolansia (0)
- 27: Memahami Journalism dan Sharism (0)
- 27: Berhenti Menggonggong (6)
- 27: Karena Jenggot dan Topi (3)
- 26: Membaca Sambil Nge-bom (0)
- 26: Menumbuhkan Hobi Menulis (6)
- 26: Irfan Berjibaku Kampanyekan Perdamaian (0)
- 25: Romeo Juliet dan Eksklusivitas Kebudayaan Bobotoh (0)
- 25: Isra Miraj Bagi Bangsa (1)
- 24: Pengebom; Gila dan Putus Asa? (2)
- 24: Sehelai Rambut dan Sandal yang Raib (0)
- 24: Di Perempat Malam Itu (0)
- 24: Sarjana Syari’ah Menjadi Advokat (1)
- 24: “Menghampiri” Nama-nama Nabi (0)
- 23: [Sekedar Curhat] Membebaskan Rasa Ingin Tahu (0)
- 23: Ingat Pada Asal, Ingat Pada Akhir (0)
- 23: Jumat (0)
- 23: Lamunan Tentang Rindu (1)
- 23: Bom dan Pesantren (0)
- 22: [Kamulah Filsufnya #1] Berfilsafat Aja Kok Repot!! (7)
- 22: Lomba Resensi Buku Soliloquy (0)
- 22: Miraj dalam Tradisi Sunda
- 21: BOM dan Curhat Presiden SBY (0)
- 21: Isra Miraj dan Kebebasan Beragama (0)
- 19: Dina Sawangan (3)
- 18: Yang Tenang; Menghayutkan (0)
- 18: Ajari Anak Senang Membaca Yang Positif (0)
- 18: Parebut Tuti (3)
- 17: Jangan Anggap Sepele Tata Bahasa! (0)
- 17: Lelaki yang Menangis (2)
- 17: Mimpi; Ide Gila Yang Terlupakan (0)
- 17: Miraj, Saatnya Menjadi Pelayan Tuhan (0)
- 13: God…I Love You So Much (0)
- 13: Cerita di balik Robotika UIN SGD (0)
- 13: Kala Setan Bertobat (Chapter 1) Sepenggal Catatan (0)
- 13: Apa Arti Kebebasan Beragama Bagi Indonesia (1)
- 10: Standar Sesat (Sebuah Tanggapan) (0)
- 09: Lomba Resensi Buku (0)
- 09: S2 Pendidikan Akhirat; Ada Beasiswa (3)
- 09: Rènghap Eulis (1)
- 09: Prologue Soliloquy (0)
- 08: “Merayakan Filsafat Dalam Keseharian” (0)
- 07: Refleksi: Kebahagiaan Hakiki (0)
- 07: “Diagung-agung ku Payung” (0)
- 06: Bila Rasulullah Bertamu Ke Rumahmu (0)
- 06: Catatan Garing 14: Santri yang Cerdas (5)
- 06: Yang Muda yang “Nyunda” (0)
- 06: Da’wah Lewat Media Tulis (0)
- 06: Soliloquy; Novel Baru dari Kisah Nyata (0)
- 06: Potret Islam dari Pinggir (0)
- 06: Khazanah Teologi Islam (0)
- 06: Mentalitas UIN Hyper Bobrok (1)
- 06: Menggugat Lembaga Survei (0)
- 06: Mengenal Tarekat (0)
- 01: Saya Menyukai Kemudahan di Bank Syariah (0)
- 01: Ti Dadali Manting Nepi ka Ngirim Carpon (1)
- 01: Kiriman Lomba Slogan (2)
- 01: Modal Mini Hasil Maksi (0)
- 01: Memperkosa; Kegiatan Mengasyikkan (1)
- Juni 2009 (50)
- 30: Untuk Arkam (1)
- 29: Kearifan Kolektif (0)
- 25: Soliloquy (0)
- 25: Ultah kesebelas, Blogdetik Bagi-bagi Netbook! (0)
- 24: Lomba (1)
- 23: Sekedar Berfikir (0)
- 23: Dialog Pagi Bersama Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A (0)
- 23: Launching Baju Futsal IF-C (1)
- 23: Tradisi Penelitian di PTAI (0)
- 22: Tiga yang Disukai Nabi (0)
- 22: Fairness Doctrine, Kebebasan Pers, dan Kepentingan Pemilik (0)
- 22: Pesan Otista Untuk Generasi Muda (Pasundan) (1)
- 22: Menilai Kinerja Dewan Mahasiswa (0)
- 22: Memangnya Kenapa Dengan Perempuan? (0)
- 22: UIN Citra Rasa IAIN (0)
- 22: Ngeblog…Nulis…Ngoment (0)
- 22: Quantum of Solace: Cermin Tragedi Kemanusiaan Masa Depan (0)
- 22: Kasus Prita, Ancaman bagi Kebebasan! (0)
- 22: SBY dalam Bus AKDP (0)
- 22: Suramadu: Ikon Baru Indonesia atau Kampanye Politik Penguasa? (0)
- 22: Sebuah Refleksi; Sunda Dulu dan Kini (0)
- 20: Jamuan Allah (0)
- 20: Islam “Citra Rasa” Lokal (2)
- 20: Blog dan ‘Underground Press’ sebagai Media Alternatif (0)
- 19: Bandung Sebagai “Ruang Bersama” (0)
- 18: Sakit Flu (0)
- 18: Binatang dan “Kaulinan Barudak” (0)
- 18: Makna Cinta (2)
- 16: Saat Orientalis Mengkriti(si)k Hadits (1)
- 16: Tumbuhnya Ekonomi Kreatif (0)
- 15: Memahami Kawasan Dunia Islam (0)
- 15: Dedi Jamaludin Malik: “Kekuatan Media Bukan di pihak Islam” (0)
- 14: Kang Romel Terhormat (7)
- 13: Belajar Teologi dari Kuncen Kampus (0)
- 13: Kewajiban Memilih Pemimpin (0)
- 12: Syari’at Hanya Di Kelas Saja (0)
- 12: Panduan Praktis Bahasa Jurnalistik (0)
- 12: Nggak Sekedar Ngampus (0)
- 12: Dari Teologi ke Ideologi (0)
- 12: Tafsir Cinta (0)
- 11: Sastrawan Sunda dan Perempuan (0)
- 10: Ki Sunda jadi Presiden?
- 10: WC Umum (3)
- 08: Spiritualisme Agama: Penyelamat Masa Depan Manusia dan kemanusiaan (0)
- 08: Budaya Membaca Peta (0)
- 04: Saya Tidak Bebas Lagi Dong? (0)
- 04: Inilah Curhat yang Membawa Prita ke Penjara (0)
- 03: Ajari Anak Senang Membaca Yang Positif (0)
- 03: Menciptakan Sekolah Rumah bagi Anak (0)
- 01: Sumbangan Muthahari untuk Pendidikan Islam (2)
- Mei 2009 (20)
- 31: Pluralisme Islam dan Tantangannya (0)
- 31: Badshah Khan: Pahlawan Perdamaian dari Suku Pashtu (0)
- 29: Facebook Haram, kenapa ? (0)
- 29: Melampaui Dunia, Menemukan Otentisitas (0)
- 26: Membaca Atau Mati (0)
- 26: Berdoalah Ketika Sakit (0)
- 26: Merindukan Gadis Bercadar (2)
- 26: Mencuri Star Kampanye Pilpres (1)
- 26: Apa Arti Madrasah Bagi Indonesia? (0)
- 26: Hilangnya Makna Pendidikan (0)
- 26: Literary Journalism (0)
- 25: Mencermati Motif Calon Presiden Indonesia (0)
- 25: “Lembur” dan Sastra Sunda (0)
- 18: Lomba Resensi Buku Shalat Hajat (0)
- 11: Waisak dan Perdamaian (0)
- 06: IT Fair Seminar dan Lomba (1)
- 05: Mengungkap Rahasia Peninggalan ‘Embah Dalem’ Arif Muhammad (0)
- 05: Jebolan ITB Saja Bersastra (1)
- 05: Khotbah Terakhir Sang Buddha # 1 (0)
- 03: Mading dan Buletin Untuk Pramuka (0)
- April 2009 (38)
- 30: Cala Ibi; Sebuah (her)story (0)
- 30: Surat (0)
- 30: Ada Monster di Jakarta
- 28: Sirkus (0)
- 23: Komentar dan Ucapan Terimakasih (0)
- 23: Perjuangan Setelah Pemilu (1)
- 23: Maraknya Media Kampus di UIN Bandung (0)
- 22: The Power Of Udud (0)
- 22: Samar-samar (0)
- 22: Rokok Kanto (0)
- 22: Hisapan Terakhir (1)
- 22: UIN Bandung di Belantara Dunia Maya (1)
- 20: Sudahlah, Usung Prabowo Aja…! (2)
- 20: UIN Jadi Pasar Kaget (0)
- 17: Bilik Khusus Buat Caleg Stress (0)
- 17: Paskah dan Semangat Pembebasan (0)
- 17: Mengapa Manusia Suka Bermain? (0)
- 17: Kesabaran Ada Batasnya? (0)
- 17: HAMAS Menggelar Audiensi Dengan Rektorat (0)
- 13: Mencari Kejujuran yang Hilang (3)
- 13: Mahalnya Demokrasi (0)
- 13: (Si)sindiran buat Caleg (0)
- 13: UIN SGD Bandung dan Peradaban Dialog (0)
- 07: Ayahku, Idolaku (0)
- 03: E-Campaign (0)
- 03: Berdamai dengan Blog (0)
- 03: Menjelajahi Imajinasi Mistik Jawa (0)
- 03: Terapi ABA Anak Autistik (0)
- 02: Menangis di Depan Jenazah Ayah (1)
- 02: Rindu Ka’bah di Mekkah (0)
- 02: Wapres Ngeblog Juga Ya! (0)
- 02: Etika Berbeda Pendapat (0)
- 02: Sedekahnya Para Pemimpin! (2)
- 02: Jangan Sekedar Pesta Demokrasi (0)
- 01: Peran Mahasiswa Islam Sebagai Watch Dog (1)
- 01: Sajak Gagal (0)
- 01: Ada Monster di Jakarta (4)
- 01: Perjalanan Ke Garut….! (2)
- Maret 2009 (43)
- 31: Bangkit dari Kelelahan (0)
- 31: Menimbang Fatwa Golput Haram (0)
- 31: Media Berperan Penting Dalam Menyukseskan Pemilu 2009 (0)
- 31: Mahasiswa UIN Antusias Ikuti Donor Darah (0)
- 31: PMI (0)
- 31: Mencari Kejujuran yang Hilang (0)
- 31: Membendung Brutalisme Agent of Change (0)
- 31: Pro (0)
- 30: Ca(wa)pres Sunda, “Quo Vadis”? (1)
- 30: Sampah (0)
- 30: Sepatu Cibaduyut dan Kampanye JK (0)
- 30: Musik (Berbudaya Sunda) Pop Sunda (1)
- 26: Wirahma Aksara (0)
- 20: Masyarakat “Instan” (2)
- 20: Sakinah (0)
- 20: Caleg (0)
- 20: Menulis Sejarah Secara Kritis (0)
- 20: Lab (0)
- 19: Agama (0)
- 19: Lintas (0)
- 17: Pemimpin Nir-Keteladanan (0)
- 17: Deadline Yeuh (0)
- 17: Sesat (0)
- 12: Belajar Pada Tokoh Pergerakan (0)
- 12: UIN SGD Bandung Harus Menjadi Pusat Informasi Islam (1)
- 12: Menumbuhkan Minat Baca Anak (0)
- 12: EPSBED (1)
- 11: Petaka Kembang Seruni (0)
- 11: Sunda (0)
- 11: Industri Politik (0)
- 11: Fenomena E-campaign (0)
- 11: Selalu Ada Harapan (0)
- 11: Pelari (0)
- 11: Apakah Cinta Itu Ada Atau Tak Ada? (1)
- 09: Hewan Berpikirkah Kita? (0)
- 09: “Maulid” (0)
- 06: Kampusku Berubah; Alhamdulillah atau Innalillahi (4)
- 06: Ponari (0)
- 06: Bila Harus Menulis (0)
- 06: Wahyu Memandu Ilmu; Suatu Aion ataukah Cronos (0)
- 06: Peran Kebangsaan Orang Sunda (0)
- 02: Sayur Jangan (0)
- 01: Eunteung Katineung (0)
- Februari 2009 (45)
- 28: Mahasiswa dan Gerakan Aliran Sesat (0)
- 27: Yuk Ngeblog! (0)
- 27: Humor (0)
- 27: Nabi (0)
- 27: Nabi Kambing (0)
- 27: Prahara di Negeri Serba Bisa (0)
- 27: Sesat (0)
- 27: BEDAH BUKU “Gelegar Otak” (0)
- 27: Masa Lalu, Hari Ini dan Esok (0)
- 27: Jabar (0)
- 27: Menyegarkan Kesundaan Kita (0)
- 27: Pemilu dan Dosa (0)
- 27: Ospek (0)
- 27: Ali Zainal Abidin, Peletak Dasar Tradisi Sufi (0)
- 27: Prahara di Negeri Serba Bisa (1)
- 27: Kawih Kaasih (0)
- 26: Rusiah Cinta (0)
- 23: Sesat (0)
- 23: Otak (0)
- 22: Masa Lalu, Hari Ini dan Esok (0)
- 22: Mewujudkan Jabar Kreatif (0)
- 20: Kamu Ketiduran, Komputer Nyusul (3)
- 19: Shortcut (Key) Buat Copot Flashdisk (1)
- 19: Pemilu (0)
- 19: Ospek (0)
- 18: Ali (0)
- 18: Pindah (0)
- 10: Lisan (1)
- 10: Beyond of “Kentut” (2)
- 10: Erotiskah Jaipongan? (0)
- 10: Pemilih Kritis atau Golput? (0)
- 10: Pemilih Kritis atau Golput? (0)
- 06: Fatwa (0)
- 06: Haram (0)
- 06: Posmo (0)
- 06: Benar (1)
- 05: Izinkan Aku Menyangimu (2)
- 05: Memulihkan Fungsi Partai Politik (0)
- 05: Memaknai Ulang Proses Penciptaan Perempuan (0)
- 05: Menumbuhkan Minat Baca Anak (0)
- 05: Waria (0)
- 04: Cinta Bagaikan Kentut (4)
- 04: Membaca Buku adalah Gaya Hidup, Bro! (0)
- 02: Ego (0)
- 02: Keuntungan Menulis (1)
- Januari 2009 (14)
- 29: Sunda Mendorong Kemajuan (0)
- 24: Emas 24 Karat (1)
- 24: Gen Yahudi dan Co-Creator (0)
- 24: Jihad (0)
- 24: Haji Hasan Mustapa, Lokalitas, Spiritualisme (0)
- 24: Tokoh Yang Bukan Pahlawan (0)
- 24: Sastrawan Sunda dan Perempuan (0)
- 22: P.H.H. Mustapa, Pemikir Islam yang Terlupakan (1)
- 22: Kamar Malaikat (0)
- 22: Hidup (0)
- 13: Adabul Ikhtilaf : Etika Berbeda Pendapat* (0)
- 13: Komitmen (0)
- 13: Milangkala Kamelang (0)
- 02: 2009 (0)
- Desember 2008 (6)
- 30: Menulis Yuk..!! (0)
- 30: Pergantian Tahun (0)
- 30: Titik (0)
- 30: Memperingati Hari (Kematian) Ibu (0)
- 19: Waktu dan Keteladanan (0)
- 02: Download Video di Youtube dengan KeepVid (8)
- November 2008 (15)
- 28: Penyakit (1)
- 28: Daerah Sunda dan Pendidikan Bahasa Sunda (0)
- 28: Ruh (0)
- 21: Tujuh Abad Kesunyian “i la galigo” (0)
- 21: Sepenggal Riwayat Perkuliahan (0)
- 17: Janji Terakhir (1)
- 17: Cai Buruk Milu Mijah (0)
- 17: Membaca Sastra, Menulis Sastra (2)
- 17: Jihad (0)
- 11: Film Nasioanl (0)
- 11: Silaturahim (0)
- 04: Kultum, Malamatiyah, dan Eksekusi Mati (0)
- 04: Anak-anak dan Kekerasan (0)
- 04: Padamu (0)
- 04: Idul Fitri Liberatif (0)
- Oktober 2008 (1)
- 22: Mengembara Bersama Sangkuriang (0)
- September 2008 (11)
- 28: Tuhan (1)
- 28: Politisasi (0)
- 28: Pencarian (0)
- 28: Lebaran (0)
- 26: Idul Fithri (0)
- 26: Mudik Ke Asal-Muasal; Refleksi Kedirian Kita (0)
- 05: Kota (0)
- 04: Puasa (0)
- 03: Munggahan (0)
- 03: Hujan di Awal Ramadhan (0)
- 02: Awas Kalimat Rancu! (0)
- Agustus 2008 (11)
- 29: Iblis Setitik, Rusak Manusia Sebelanga (0)
- 28: PB08 (0)
- 26: Cahaya di Atas Cahaya (0)
- 26: Mengapa (0)
- 22: Ambil Gambar di Layar/ Desktop (0)
- 19: Pemilu (0)
- 19: Agustus (0)
- 19: Wali (0)
- 19: 10 Profesi Idaman Kaum Perempuan (1)
- 10: Poligami: Politik Gairah Suami (1)
- 04: Bola Memang Aneh (0)
- April 2008 (2)
- Februari 2008 (31)
- 18: Presiden Kultural Untuk Bangsa Multikultur (0)
- 18: UIN Bandung di Belantara Dunia Maya (0)
- 18: Dakwah (0)
- 17: Tips Cepat Buka Windows Explorer (0)
- 16: Melek (0)
- 16: Dongeng (0)
- 15: Siapkah Indonesia Berdemokrasi? Sebuah Refleksi Proses Pilkada (0)
- 14: Ngeblog (0)
- 14: Saung Katineung (1)
- 13: Kedua (0)
- 13: Bulé Sasab (0)
- 11: Potensi (0)
- 11: Kasurupan Jurig (0)
- 11: Problematika Dani Ahmad Dengan Maia (0)
- 11: Sajak Gagal (0)
- 11: Merindukan ‘Kanyaah Indung’ (0)
- 11: Khawarij (0)
- 11: Ukhuwah Islamiyah dan Izzul Islam Wal Muslimin (1)
- 11: Dongeng Harengheng (Sasakala Reungit) (0)
- 11: Permainan, Asah Empati Sosial Anak (0)
- 11: Dilema Keragaman Islam (0)
- 11: Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!!! (0)
- 11: Kopdar (0)
- 11: Demonstrasi (0)
- 11: Mendapat Cinta Allah, Sulitkah? (0)
- 11: Final LI 2008 (0)
- 11: Menulis Adalah Kewajiban Moral (0)
- 05: Konflik: Perbedaan Distribusi Otoritas (0)
- 05: Pendidikan Toleransi, Dimulai dari Kitab Suci? (0)
- 02: Stasiun (0)
- 02: Blog Juga Hasil Karya Cipta; Menurut Anda Gimana? (0)
- Januari 2008 (37)
- 31: Cinta Platonic Kaum Ojeg (0)
- 31: Google (0)
- 31: Sajak Belajar Vandal (0)
- 31: Mengembara Bersama Sangkuriang (0)
- 31: ‘Pupujian’ Bentuk Kearifan Urang Sunda (0)
- 31: Mahasiswa UIN SGD Bandung Angkat Bicara Soal 7 Hari Berkabung Nasional (0)
- 31: Republik (0)
- 30: Selamat Jalan “The Smiling General” (0)
- 30: Mengapa Harus Beragama? (0)
- 30: Kenapa Bahan Pokok Harus Naik? (0)
- 30: Google Language Tools, Berbahasa Asing itu Menyenangkan (0)
- 30: Perjalanan Mencari Kebenaran (0)
- 29: Soeharto; Pudarnya Senyum Manis (0)
- 29: Wakil Rakyat; Taman Kanak-Kanak (0)
- 29: Bahaya laten ‘Child Abuse’ (0)
- 29: Cara Ngedownload Video Dari Youtube (1)
- 29: Kuring Urang Sunda [?] (Hariring Nu Hudang Gering) (0)
- 27: Tempe-Tahu, Oh..!!! (0)
- 27: Soeharto Meninggal Dunia, SGD Turut Berbelasungkawa (0)
- 26: Suntikan ”Imunisasi” Komunikasi Kenabian (0)
- 26: Selamat Pada Para Blogger UIN Bandung (0)
- 26: Bah Uju, Ngaprak Pilemburan, Nyebarkeun Bacaan Sunda (0)
- 26: Persib, Kedelai, dan Walikota Baru (0)
- 26: Searching In Google (2)
- 25: Kritik Atas Metode Sejarah Kritis: Kasus Sunan Gunung Djati (Catatan untuk Nina H. Lubis) (0)
- 24: Siapkah Indonesia Berdemokrasi?: Sebuah Refleksi Proses Pilkada (0)
- 23: ‘Gering Hate’ (0)
- 23: Politik Ala Artis (1)
- 15: Jungjunan (2) (0)
- 14: Kekecewaan (0)
- 14: Fatwa: Haram Hukumna Pikeun Lalaki Kawin Jeung Awewe Sakantor (3)
- 14: Para Menteri Saja Ngeblog, Kapan Giliran Anda? (0)
- 13: Jejak (0)
- 11: Menyantap Kebenaran (0)
- 03: Pergantian Tahun (0)
- 02: Sejati (0)
- 02: Islam (0)
- Desember 2007 (20)
- 31: Merajut Benang Kusut Indonesia (0)
- 31: Rapih-Rapih Blog Yu..!! (0)
- 29: Pendidikan Mencerdaskan Jiwa dan Raga (0)
- 29: Curug Manglayang (0)
- 29: Refleksi Atas Refleksi Akhir Tahun (0)
- 29: Seks dan Kesehatan: Perspektif Tasawuf dalam Bingkai Filsafat (1)
- 29: Membuat Website (0)
- 28: Surat (0)
- 28: Masih Belajar (0)
- 28: Menggugat Narsisme Religiositas (0)
- 28: Hari Ibu: Saatnya Perempuan Angkat Pena (1)
- 28: Semangat Berbagi Bulan ‘Rayagung’ (0)
- 28: Gabung Yu (0)
- 28: Ngeblog (0)
- 27: Blogging Glossary; Istilah Blog (1)
- 27: Manifesto (0)
- 27: Keutamaan (0)
- 27: Blog (0)
- 27: Selamat (0)
- 15: Domba Mang Nana (0)
- September 2007 (1)
- 20: Seketsa Biografis (0)
- November 1999 (1)

11 September 2010 : Makna Spritual Mudik Lebaran
10 September 2010 : Direktur Urusan Mudik
10 September 2010 : Sertifikasi sebagai Barometer Profesionalitas, Benarkah?
9 September 2010 : Lailatul Qadar Malam Berkhidmat Pada Kemanusiaan
8 September 2010 : Nalar “Babalik Pikir”
7 September 2010 : Memahami Dasar Kekecewaan Rakyat
6 September 2010 : Asketisisme Dalam Politik Pemilukada Kab. Bandung
5 September 2010 : Dramaturgi Mudik Lebaran
5 September 2010 : Dramaturgi Mudik Lebaran
4 September 2010 : Terapi Maag dengan Puasa